Merpati Putih
selamat berpisah kenangan bercinta
sampai kapankah jadinya
aku harus menunggu
hari bahagia seperti dulu
bersama kasih kembali mesra
bercumbu rayu memadu satu
janji berjuta bintang
dalam pelukan sehangat pagi yang terang

Beberapa minggu yang lalu entah mengapa ge kangen banget dengan lagunya Chrisye yang berjudul Merpati Putih. Rasanya lagu ini kok sedih dan memelas banget tapi sulit untuk tidak disimak bila mendengar alunannya. So ge cuman mikir, kali ge mau datang 'B' (penyakit cewe) jadi perasaan ge suka ngga karuan, antara cepat kesal, sensitif dan gampang sedih. Anyway ge terus menerus memutar lagu ini minggu lalu di PC ge. Diantara kesibukan ge kerja di office, ngurusin bazar, ngurusin anak, liburan keluarga dll, lagu ini menjadi latar belakang kegiatan ge.
Tepat minggu yang lalu ge mikir terus alangkah enaknya jika ge sempat ambil cuti lama atau sekalian keluar kerja dan pergi tour ke berbagai daerah di Indonesia (Manado, Ambon atau Sumatra) rame-rame dengan sepupu-sepupu gue, berikut suami/anak/pacar. Karena dalam keluarga besar ge, ge adalah cucu sulung. Ge yang pertama, sepupu ge yang laen banyak yang masih muda-muda, 20' something. Ge sering denger kisah temen-temen ge yang pergi ramai-ramai satu keluarga besar, kok keluarga ge belom pernah?!? bathin ge.
Mami ge cuman punya satu adik laki-laki dan Oom ge ini tinggal di Bandung, profesinya menjadi dokter gigi yang 'cukup' ternama. Oom ge memiliki 3 anak. Boleh dibilang ketiga anaknya cukup sukses. Yang sulung lulusan Teknik Kimia, saat ini telah bekerja di sebuah perusahaan internasional dan memiliki posisi yang bagus. Yang kedua adalah dua orang gadis kembar. Yang pertama telah menikah 3 tahun lalu dan menyandang gelar dari fakultas plannologi sebuah universitas ternama di Bandung, sebut saja Rika. Yang bungsu tengah sibuk mengambil gelar dokter dan melakukan kerja praktek sebagai dokter umum di Papua. Did u remember I told U all once that I got an sms from FAKFAK, Papua? That's from her!
Ge cukup dekat dengan ketiga sepupu ge, karena ge rasa mereka tidak memiliki sepupu lain selain ge dan adik ge, karena Tante ge anak tunggal. Sedangkan dari pihak ge sebenarnya masih banyak memiliki sepupu, namun karena orangtua ge bercerai, ge ngga dekat sama sekali dengan semua sepupu ge dari pihak papi. So, there were always the five of us: Me, my brother, sepupu sulung dan si kembar Rika dan Rina. Ge lihat Rika dan Rina sejak mereka lahir berdua dibungkus kain 'bedong', keduanya dibawa pulang dan dibaringkan diatas kasur untuk dimandikan dan dibedakin (bahkan ge masi ingat ember mandi mereka!). The twins were so cute! Mereka jadi kegemaran semua orang, karena mereka kembar dan manis-manis seperti sepasang kelinci putih. They were so adorable!
Si kembar tumbuh dengan sifat, sikap, kegemaran dan perilaku mereka masing-masing. Tapi basically mereka selalu berdua, bersama dan bagi si kembar 'of course' there's nobody closer than their own twin sister! Rika yang memang lebih tua beberapa menit dari Rina rupanya terlebih dahulu menemukan pelabuhan cinta dan mengakhiri masa lajangnya. Kami semua sibuk mengatur dan mempersiapkan perhelatan besar bagi pernikahan Rika beberapa tahun lalu. Sementara Rina tampak selalu tersenyum sipu, cuek, relax, santai dan asyik dengan masa lajang yang tak kunjung habis dinikmati. So what gitu loch, hidup begitu indah.
Terakhir Rina memutuskan untuk mengambil praktek dokter umumnya selama 6 bulan di FAKFAK, PAPUA. Entah mengapa ia mengambil keputusan tersebut dan seluruh keluarga mendukung keputusan besarnya. Kakak si kembar sering berkisah bahwa RINA sangat menikmati kehidupannya di PAPUA. Berpraktek sebagai dokter di tempat terpencil dan menikmati alam papua yang masih perawan, ber-snorkling di pantai. Rina, she's kind of a free spirit!... Keluarga ge emang banyak yang suka jalan-jalan (diantaranya ge,...walo akhir2x ini kebanyakan ke mall karena anak ge masi berupa seekor itik kecil!...).
I was thinking, Rina will be back soon in 6 months dan everything will going so smooth for her. Life will be so great; as she is a young, talented, dedicated and beautiful doctor... Satu lagi jajaran orang muda yang bisa dibanggakan dalam keluarga besar ge. So...WHO WILL EVER KNOW IF GOD WOULD LIKE TO DECIDE : THATS NOT MY PLAN, PEOPLE !
Maka disuatu sore saat ge menonton televisi and merasa sedikit 'creepy' menyaksikan kematian Taufik Savalas yang notabene adalah seorang komedian yang sangat populer dan dekat dihati semua penonton, ge hanya berfikir: YA TUHAN, KOK BISA? IA SEDANG BERADA DI PUNCAK DUNIANYA. SEDANG SANGAT-SANGAT DICINTAI OLEH PUBLIK DAN ORANG-ORANG TERDEKATNYA? BAGAIMANA MUNGKIN MAUT TEGA MENJEMPUT AJALNYA SEDEMIKIAN CEPAT DAN TIBA-TIBA?
Beberapa hari setelahnya, tiba-tiba aja suami ge menerima telpon dari mami ge. Wajahnya berubah aneh seperti menelan seekor ulat bulu dan berkata :"LHO KOK BISA". Ketika telpon ditutup ge langsung bertanya: ada apa ya? Dengan berusaha santai ia berkata: RINA meninggal, non!. Ge masih bertanya : Rina? Rina siapa ya? Dan dengan ringan suami ge menjawab : RINA siapa lagi? Ya Rina sepupu kamu! Dia kecelakaan masuk jurang di Papua.
Ge langsung nangis kejar tayang, ada bangsa kira kira 1.5 jam!....Gimana engga? Ge lagi mikir mau jalan-jalan ama semua sepupu ge? Mau kumpul-kumpul. Ge will be and always menyayangi kedua sepupu kembar ge, karena wajah mereka begitu innocent dan selalu tersenyum sipu. Ge ingat keduanya saat masi berwujud dua buntalan bayi kecil. KOK BISA? BAGAIMANA MUNGKIN? TUHAN BISAKAH AKU MENAWAR? BOLEHKAH RINA HANYA TERLUKA PARAH? BOLEHKAH AKU MENAWAR, TUHAN?? BOLEH YA TUHAN? PLEASE??..... Tapi Tuhan bukan pedagang di pasar pagi mangga dua yang masi bisa kurang dikit. Rina telah meninggal dunia!
Sedih? YA IYALAH? Shock? YA IYALAH! She's just 29 years old. Keindahan dunia masi terbentang luas dihadapannya! Saat kita menyaksikan musibah menimpa orang lain dengan mudah kita akan berkata: Itulah kalau Tuhan sudah menggariskan, rejeki, jodoh, hidup dan mati, Ia yang menentukan. Namun saat hal itu terjadi pada diri kita sendiri, yang muncul adalah sebuah pertanyaan besar: BAGAIMANA MUNGKIN?....
Tapi kami semua yang ditinggalkan RINA yakin bahwa ini memang sudah kehendakNYA. Rina pergi dengan meninggalkan sebuah gelombang kejutan besar namun yang dapat kami kenang tentangnya hanyalah 1001 hal indah, sama seperti almarhum Taufik Savalas yang meninggal pada 11 July dan berulang tahun yang ke 41 tahun di bulan Juni lalu, Rina pun meninggal pada tanggal 15 july dan berulang tahun yang ke 29 di bulan Juni.
Rina meninggal dalam tugas, ia mengemudikan sebuah ambulance dari FAKFAK menuju KOKAS, PAPUA pada Minggu siang 15 july 2007 bersama seorang mantri dan seorang suster, ketika ambulance tersebut terjun ke dalam jurang sedalam 20 meter. Sang mantri dan suster menderita patah tulang dan luka parah namun mereka sanggup merambat naik keatas untuk minta tolong pada kendaraan yang lewat. Sementara Rina sendirian di dasar jurang dijemput oleh sang maut. Hanya Rina sendiri yang tewas dalam kecelakaan tersebut, sepupu yang sangat ge sayangi meninggal dengan cara mengenaskan. Hidupnya yang selama ini tak pernah dekat dengan luka dan duka, yang ada hanya senyum ceria dan jiwa yang bebas, namun kini ia harus pergi dan untuk selamanya terikat di rumah Bapa. Adalah bohong jika seseorang mengatakan airmata tak ada gunanya, buat ge banyak banget gunanya. Diantaranya adalah untuk menyadari betapa mahalnya arti sebuah tawa bahagia.
Selamat jalan merpati putih....
Jiwamu kini telah sungguh bebas dan lepas ....
Berbaur dengan alam dan pengabdianmu pada sesama....
Selamat jalan Rina dan ijinkan aku untuk masih menangis beberapa hari ini.....

gue dan rina, 11 July 2006